Menu Close

Pemberdayaan Diri Menghadapi Covid-19

Berita yang sering  kita dengar tentang COVID-19 membuat masyarakat heboh , dan juga pada beberapa klien saya terutama yang mengalami kecemasan dari yang sedang sampai tingkat akut . “ Bu , ini saya mengalami gejala seperti yang  sedang ramai beritanya sekarang , itu lho Bu yang namanya CORONA  “.  “ Bu , jangan jangan saya ada gejala corona , ini saya mulai pilek dan batuk, saya agak sensi dulu bu . badan saya sakit semua “.

Pada kondisi seperti ini haruslah waspada, kooperatif untuk gerak bersama menghadapi masalah ini. Banyak masyarakat yang bergerak melakukan edukasi dan membuat  flayer untuk mencegahnya. Sangat baik dan membantu masyarakat . Karena ini sifatnya mendunia ya kan . Maka mau mencegah itu sangat baik, kalau sudah terpapar ya harus mau berobat. Realitasnya mungkin kita bisa sekuat tenaga mencegahnya , namun juga pasti ada yang terkena virus ini juga. Ada dua hal pola pikir yang harus kita miliki adalah  MAU BERUBAH  dan  SESUATU YANG HARUS TERJADI MEMANG HARUS TERJADI. Mau berubah, artinya berubah menjadi pola aktivitas  yang sehat, pola pikir yang positip, perasaan yang positip, pergaulan yang positip, mau berubah untuk kooperatif pada kebijakan untuk penanganan virus ini. Contoh yang terakhir adalah mau berubah kerja tugas on line di rumah , ternyata ini menuai stress juga di rumah karena langsung lihat daftar tugas …”. Aduh saya sakit kepala“. Di media sosial mulai muncul keluhan soal ini. Apalagi anak anak yang harus sendiri karena ortunya bekerja di luar rumah.  Sesuatu harus terjadi memang terjadi  artinya kita boleh berjaga namun bila terjadi sesuatu yang tidak sesuai apa yang kita mau ya harus ikhlas.

Seringkali ketika tidak bisa  melakukan hal di atas yang terjadi pada beberapa klien saya adalah psikosomatis. Yaitu  gejala gangguan fisik  dimana dipengaruhi oleh gangguan psikologis. Bisa maag, sakit kepala, mau pingsan, mudah lelah , dada berdebar, sesak napas (Nevid, 2014) . Memeriksakan diri secara medis sangat perlu dalam kondisi saat ini. Tapi  saya akan membagikan  cara untuk mendeteksi tubuh kita sendiri yang disebut dengan body skinning apapun kondisi kita dan bisa kita lakukan dimana saja tujuannya adalah meringankan gejala fisik yang membuat tidak nyaman, bahkan dalam praktek yang saya lakukan dengan klien saya, bisa menghilangkan, menurunkan tensi  dan memperkuat daya tahan tubuh .Dengan berlatih mengobservasi sensasi  tubuh (Body Scan meditation) individu dapat mencapai kondisi mindfull dalam kehidupan sehari hari.Termasuk ketika melakukan aktivitas rutin seperti makan, berjalan. Hal ini dicapai dengan menurunkan reaksi emosional dan meningkatkan penilaian pikiran secara positip (Jurnal  Penelitian Ilmu Pendidikan , volume 9 no 2 , September 2016). Hal ini seringakali disebut dengan istilah mindfullness.  Mindfullness sendiri artinya kesadaran yang bangkit  dari pemberian perhatian yang disengaja, secara terbuka, baik ( kind ) dan tanpa  membedakan (discerning). Efek mindfulness ini memiliki bagian positip pada telomeres yaitu bagian kromosom yang memiliki korelasi kuat dengan pemeliharaaan sel dan panjangnya usia seseorang. Mindfullness dapat meningkatkan kondisi mental yang positip dan faktor faktor hormonal yang memelihara telomeres tersebut (Epel, E ., Daubenmier, J 2009). Mindfullness berarti 

  • Tidak menghakimi berarti menerima apa adanya dan tidak melekat, berarti pengalaman apapun dalam situasi ini akan berlalu . Ketika situasi yang tidak  menyenangkan harus kita  lalui   kita tidak menjadi murung dan kehilangan.
  • Sabar membuat pikiran jernih muncul dan terus melangkah ke depan
  • Mesyukuri setiap peristiwa karena tidak ada yang kekal dansenantiasa berubah.Ikhlas
  • Percaya bahwa suara hati yang selalu memiliki harapan positip .

Sebaliknya  bila terjadi mindlessness maka kita akan menghadapi  masalah ini dengan otomatis (auto pilot  menurut psikologi positip), tanpa dipikir, tanpa dihayati, mersepon dengan cara yang sudah biasa kita lakukan. Dampaknya pikiran jadi tidak tepat dan perasaan tumpul, menjadi mudah stress . Maka hadirlah berbagai masalah kesehatan  akibat abuse  yang kita lakukan pikiran dan tubuh kita.

Caranya bagaimana  ?

  Caranya sebagai berikut

  1. Minum air putih untuk memperlancar semua proses biokimiawi dan aliran energi
  2. Ambil posisi nyaman
  3. tarik napas dan keluarkan ulang sebanyak 3 kali, anda sadari dan nikmati
  4. Saat menarik napas rasakan perut mengembang , saat mengeluarkan napas perut mengempis
  5. Tarik napas dalam dan keluarkan pelan
  6. Sadari diri anda sekarang , di sini dan saat ini dengan seluruh panca indra anda
  7. Fokuskan perhatian anda pada bagian tubuh anda yang sakit.
  8. Saat mengarahkan perhatian terhadapnya, rasakan pernafasan anda bergerak (Bayangkan bernafas mulai dari hidung terus bergerak menuju bagian yang sakit itu. Rasakan sensasinya. Bila anda tidak merasakan sesuatu, biarkan diri anda tidak merasakan.
  9. Lakukan pada beberapa bagian tubuh anda yang tidak nyaman

 

Selamat mencoba,  yang pasti mau berubah dan mindfulness.

 

Daftar Literatur

  • Nevid, Jeffrey . S; Rathus. Spencer A ;Greene, Baverly ( 2014 ) Abnormal Psychology In A Changing World, 9 th ed, Pearson Eduction
  • Setiadi Arif , Iman , Psikologi Psositip : Pendekatan Scientifik Menuju Kebahagiaan , 2016, PT Gramedia Pustaka Utama
  • Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan , volume 9 no 2 , September 2016 .
  • Davis,Martha,Phd,The Relaxation & Stress Reduction Work Book ,1988,Terj 1995 , Penerbit Buku Kedokteran EGC

Penulis

 Eli Susilowati, Psikolog Klinis

KLINIK PANTI RAHAYU

NIA IPK 15.01.718

Bagikan Berita

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on email
Share on twitter

Banyak alumni kami yang telah sukses meraih pekerjaan impiannya , bergabunglah bersama kami di STIKes Panti Waluya Malang.

Berita Terkini

STIKES PANTI WALUYA MALANG
Jalan Yulius Usman No. 62 Malang
Telp : 0341-369003
Email : [email protected]
Senin-Jumat 06:00 - 18:00 WIB